Masmamad's Weblog

Juli 11, 2009

MODEL – MODEL KONSEPTUAL DALAM KEPERAWATAN KOMUNITAS

Filed under: Uncategorized — masmamad @ 7:06 am

MODEL – MODEL KONSEPTUAL DALAM KEPERAWATAN KOMUNITAS

1. D. E. OREM (1971) : “Model Keperawatan Mandiri (Self Care)”
Self Care adalah, suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan, kesehatan kesejahteraan rakyat sesuai keadaan baik sehat maupun sakit (Orem, 1980).

Komponen Kebutuhan Dasar Self Care :
1) Pengambilan udara
2) Pengambilan air
3) Pengambilan makanan
4) Proses eliminasi
5) Keseimbangan antara aktifitas & istirahat
6) Keseimbangan antara kemandirian dengan interaksi sosial
7) Pencegahan resiko pada kehidupan manusia & keadaan sehat
8) Perkembangan kelompok sosial sesuai potensi, pengetahuan & keinginan.

Kategori Bantuan Dalam Self Care :
a. Wholly compensatory (bantuan secara keseluruhan / total )
b. Partially compensatory (bantuan sebagian)
c. Supportive educative (bantuan untuk mempelajari)

Model Keperawatan Orem Sangat Tepat Untuk Keperawatan Keluarga :
1) Mengenal masalah
2) Mengambil keputusan untuk mengatasi masalah
3) Merawat anggota keluarga yang sakit
4) Memodifikasi lingkungan untuk menunjang kesehatan
5) Menggunakan fasilitas yankesh secara tepat.

2. CALLISTA ROY (1976) : “Model Adaptasi”
Model adaptasi adalah, bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatan dengan cara mempertahankan perilaku adaptif dan mengubah perilaku mal adaptif.

Upaya Pelayanan Keperawatan Yang Dapat Dilakukan :
 Untuk meningkatkan kesehatan dengan cara mempertahankan perilaku adaptif.
 Intervensi ditujukan untuk menekan stressor & meningkatkan mekanisme adaptasi.

Kunci Utama Dari Model Adaptasi C. Roy :
1) Setiap orang terintegrasi dalam biologis, psikologi & sosial yang Berorientasi dengan lingkungan.
2) Agar terjadi homeostasis / terintegrasi Seorang harus beradaptasi
3) Tingkat adaptasi yaitu : focal, contextual, residual stimulasi
4) Sistem Efektor adaptasi Roy yaitu : fungsi biologis, konsep diri, fungsi peran & interdependent.
5) Individu harus mampu meningkatkan energi guna adaptasi.

3. BETTY NEUMAN (1972) : “Model Health Care System”
Health care system yaitu, memberi penekanan pada penurunan stress dengan cara memperkuat garis pertahanan diri yang bersifat ; fleksibel, normal, dan resisten.

Konsep Utama Menurut Betty Neuman :
 Manusia
 Lingkungan
 Sehat

Tahap Proses Pendekatan Menurut B. Neuman :
1) Pengkajian
2) Diagnosis keperawatan komunitas atau kelompok
3) Perencanaan
4) Pelaksanaan
5) Evaluasi

4. VIRGINIA HENDERSON : “Need Based Model / Activity Day Living Model”
Adalah mengkaji individu baik sehat maupun sakit, penyembuhan atau meninggal dengan damai yang dilakukan dengan mandiri saat individu memiliki kemampuan, kemauan dan pengetahuan.

Keyakinan dan Tata Nilai Menurut Handerson :
1) Manusia mengalami perkembangan selama rentang kehidupan melalui proses tumbang.
2) Dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari individu mengalami rentang ketergantungan sejak lahir dan menjadi mandiri pada saat dewasa.
3) Aktivitas sehari-hari individu digolongkan ; belum dapat melaksanakan aktivitas, terlambat melaksanakan aktivitas, tidak dapat melaksanakan aktivitas.

Komponen Activity Day Living Model :
1. Bernafas normal 8. Memelihara personal hygiene
2. Makan & Minum sesuai kebuth 9. Mencegah kecelakaan & bahaya
3. Eliminasi normal 10. Komunikasi
4. Bergerak & Memelihara postur 11. Beribadah
5. Tidur & istirahat 12. Bermain & rekreasi
6. Membuka & Memakai pakaian 13. Bekerja
7. Mempertahankan suhu tubuh 14. Belajar & keingintahuan
PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS

PENGKAJIAN
A. PENGUMPILAN DATA
Pengumpulan data biasanya terdapat beberapa komponen yang perlu untuk dikaji diantaranya ; demografi, geografi, fasilitas fisik, sistem pemerintahan, perekonomian, dan sistem sosial.
Teori Pengumpulan Data :
1. Teori Sander’s Interactional Frame Work (Pengkajian Tiga Dimensi)
a) Komunitas sebagai sistem sosial (Dimensi Sosial)
1) Sistem kesehatan
2) Sistem pendidikan
3) Sistem keluarga
4) Sistem kesejahteraan
5) Sistem ekonomi
6) Sistem politik
7) Sistem rekreasi
8) Sistem komunikasi
9) Sistem keagamaan
10) Sistem legal
b) Masyarakat sebagai tempat (Dimensi Tempat)
1) Batasan komunitas
2) Lokasi yankesh
3) Gambaran geografis
4) Iklim
5) Flora dan fauna
6) Lingkungan buatan
c) Masyarakat sebagai kumpulan / kelompok (Dimensi Populasi)
1) Ukuran
2) Kepadatan
3) Komposisi penduduk
4) Pertumbuhan penduduk
5) Budaya sosial penduduk
6) Kelas sosial penduduk
7) Mobilitas penduduk
2. Klien’s Interactional Frame Work
a) Masyarakat sebagai sistem sosial
Komunikasi, pengambilan keputusan, Hubungan dengan sistem lain, batas wilayah.
b) Penduduk & lingkungannya
Demografi, faktor lingkungan, lingkungan psikis yang menyangkut nilai-nilai.
3. Community Assesment Wheel (community as a client model)
1) Community Cor (data inti)
 Aspek yang harus dikaji adalah :
 Historis dari komunitas
 Demografi (Karakteristik umur – kelamin, tipe keluarga, dll)
 Vital statistik (angka kelahiran, morbiditas, mortalitas)
 Sistem nilai, norma, kepercayaan
2) Physical Environment pada komunitas sebagaimana mengkaji fisik pada individu terdapat beberapa komponen dan sumber datanya :
Komponen Sumber Data
Individu Masyarakat
1. Inspeksi  Otoscope
 Ophtalmoscope  Survey
 Datang ke lingkungan masyarakat
2. Auskultasi Stetoscope Dengarkan keluhan masy./tokoh/pemerintah setempat.
3. Vital sign  Termometer
 Tensi meter Observasi keadaan iklim, sumberdaya batas wilayah.
4. Sistem review Head – to – toe Kegiatan masy. Pertemuan, adanya KLB observasi : sosial sistem, yang terdiri dari : perumahan, ekonomi, tempt ibadah, dll.

** Selain diatas pengkajian juga menggunakan WINDSHIELD SURVEY.

3) Pelayanan kesehatan dan sosial
4) Ekonomi
 Karakteristik pendapatan keluarga / rumah tangga
 Karakteristik pekerjaan
5) Keamanan dan transportasi
6) Politik dan government
7) Komunikasi
8) Pendidikan
9) Recreation

Sumber Data & Pengumpulan Data
 Media
 Pemerintahan
 Organisasi / kelompok masyarakat
 Sumber data statistik
 Pengamatan langsung pada masyarakat
 Dll.

Pengolahan Data
 Klasifikasi / kategori data
 Perhitungan prosentase cakupan menggunakan telly
 Tabulasi data
 Interpretasi data
B. ANALISA DATA
1. Analisa Korelatif
Mengembangkan tingkat Hubungan, pengaruh dari dua atau lebih sub variable yang diteliti menggunakan perhitungan secara statistik.
Contoh : Hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap penderita
TBC dengan status kesehatan fisik : fungsi pernapasan

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: